Tujuh Masalah Pencernaan yang Umum Dialami Bayi


image_pdf

tujuh-masalah-pencernaan-yang-umum-dialami-bayi-mOhKtCw9Xs

 

Jakarta,(IPO)

BAYI seringkali memiliki kesulitan menerima makanan, layaknya orang dewasa seperti muntah, perut kembung, sulit buang air besar, dan masalah lain yang membuat anak rewel.

Pada usia bayi, sistem pencernaan memang belum terbentuk sempurna dan berfungsi optimal. Oleh karena itu, bayi rentan dengan berbagai masalah pencernaan. Hal ini tentu juga dapat berpengaruh pada sistem penyerapan nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang bayi.

Salah satu masalah pencernaan yang umum pada bayi akibat proses tersebut adalah kolik. Gangguan yang menyebabkan bayi rewel karena rasa sakit pada perut yang berulang ini, menurut Prof Dr M Juffrie SpA(K), PhD., jika bayi alami gejala seperti itu, harus segera mendapat pertolongan medis.

Selain itu, ada beberapa masalah pencernaan yang rentan dialami bayi yang telah dikumpulkan oleh para ahli saluran cerna dalam Kriteria Roma III, seperti dijelaskan oleh Prof Juffrie dalam seminar Happy Tummy Council di Hotel Mandarin, Jakarta, Selasa (17/3/2015).

Gumoh

Gangguan yang dalam istilah ilmiah disebut “regurgitasi” menyebabkan isi lambung kembali ke mulut. Secara normal, gejala akan berkurang hingga bayi berusia enam bulan dan rata-rata hilang pada usia satu tahun. Menurut Prof Juffrie, masalah ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan orangtua.

Masalah mengunyah

Kebiasaan anak memuntahkan makanan bisa terjadi akibat bagian mulut atau kerongkongan bayi yang belum tumbuh sempurna. Untuk itu, pemilihan bentuk makanan perlu diperhatikan agar bayi dapat tetap menerima makanan.

Muntah berulang

Masalah ini mungkin mirip dengan masalah atau gangguan pencernaan lainnya. Namun, muntah berulang dapat dialami bayi ketika motilitas atau pergerakan usus belum sempurna sehingga makanan kembali terdorong keluar.

Kolik

Menurut Prof Juffrie, masalah ini dirasakan bayi sebagai sakit pada perut yang tak tertahankan. Ini kerap kali menyebabkan anak menangis terus menerus, dengan intensitas beberapa jam dan beberapa kali sehari. Bila tidak segera ditindak oleh ahli medis, masalah ini bisa terus berulang hingga beberapa bulan.

Diare

Diare pada umumnya diketahui disebabkan oleh infeksi parasit dalam saluran cerna. Namun, masalah fungsional pada pencernaan bayi juga bisa menyebabkan diare. Adapun ciri yang dialami sama, seperti kotoran yang keluar cair, namun tanpa demam, kata Prf Juffrie.

Dyschezia

Ini adalah suatu kondisi fungsional yang ditandai dengan kesulitan mengedan kotoran, setidaknya 10 menit, yang diiringi tangisan. Masalah ini umum dialami bayi sehat yang berusia kurang dari enam bulan.

Sembelit

Sembelit pada bayi ditandai dengan lamanya jarak bayi buang air besar. Interval buang air besar bisa sekira tiga kali atau tidak lebih dari dua kali seminggu.

(Adios P)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*