DPRD Medan akan Panggil Hasan Basri


image_pdf

Medan | IPO – Komisi B DPRD Medan yang membidangi pendidikan angkat bicara soal dugaan adanya ketidakwajaran terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Dinas Pendidikan (Disdik) Medan pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp 2,4 miliar.

Sehubungan itu, Walikota Medan Dzulmi Eldin didesak mempertanyakannya dan mengevaluasi jabatan Kadisdik Medan Hasan Basri. Desakan itu dikemukakan anggota Komisi B DPRD Medan Irsal Fikri, ketika dimintai tanggapannya, Senin (26/3).

“Ini sudah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-red), maka harus segera ditindaklanjuti dan seperti apa tindak lanjutnya, kita minta Walikota Medan memanggil dan mempertanyakan itu kepada Kepala Disdik Medan,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan itu dan menambahkan, harus ada sanksi diberikan Dzulmi Eldin kepada Hasan Basri.

“Iya, dia memang sebelumnya pernah menjabat Kepala Disdik Medan. Artinya, sudah berpengalaman. Kita heran, kenapa hal-hal seperti ini bisa terjadi lagi. Maka itu kita minta Walikota Medan segera mengevaluasi jabatan Kepala Disdik Medan ini, supaya tidak lagi terulang masalah yang sama,” tegas Irsal.

Ditanya apakah ada rencana memanggil Hasan Basri untuk mempertanyakan itu, Irsal mengatakan pasca musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) akan diagendakan pemanggilan Hasan Basri. “Ini masih musrenbang, mungkin nanti di April akan kita panggil untuk menanyakan masalah ini,” ujarnya.

Terhadap pernyataan Manajer BOS yang juga Kabid Pendidikan Dasar Disdik Medan Masrul Badri, yang mengatakan persoalan BOS itu merupakan tanggung jawab Disdik Sumut, Irsal mengecamnya. Menurut dia, jika temuan itu memang dari hasil audit BPK untuk Disdik Medan berarti itu tanggung jawab Disdik Medan. “Itu temuannya di Disdik Medan, Disdik Sumut sudah ada sendiri audit yang dilakukan BPK. Ini namanya mencari kambing hitam, menyalahkan orang lain,” tandasnya.

Senada dengan Irsal Fikri, Ketua Kesatuan Mahasiswa Islam Kota Medan Muhammad Helmi, meminta agar masalah dana BOS pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp 2,4 miliar itu dijadikan bahan bagi Walikota Medan Dzulmi Eldin mengevaluasi jabatan Hasan Basri. “Kita minta ini segera dituntaskan, ditindaklanjuti dan diberi sanksi. Evaluasi jabatan Kepala Disdik Medan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kamis (22/3) sore, Kadisdik Medan Hasan Basri saat dikonfirmasi melalui WhatsApp tidak memberikan jawaban. Ketika dihubungi ke nomor telepon selulernya, tidak lama terdengar nada sambung tiba-tiba putus dan sejam kemudian dia menjawab konfirmasi melalui WhatsApp. “Tanya ke Manajer BOS-nya, ya, Pak Masrul,” tulisnya singkat. Diberi tahu Masrul sudah dikonfirmasi pada Rabu (21/3) dan yang diperlukan sekarang jawaban dari dia, Hasan Basri kembali mengarahkan agar konfirmasi ke bawahannya itu. “Iya, konfirmasi ke Pak Masrul aja,” jawabnya. (Leo)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*