DPRD Medan Minta Lahan Tidak Produktif Jadi Produktif


image_pdf

Medan | IPO – Parlaungan Simangusong, Ketua Komisi D DPRD Medan meminta  agar Dinas Pertanian dan Perikanan dapat menunjukan kinerjanya, karena selama ini banyak lahan yang tidak produktif, tapi tidak dapat dimanfaatkan.

“Di setiap kecamatan banyak lahan yang bisa dijadikan lahan pertanian,misalnya di Medan Utara dan Medan Tuntungan. Dari daerah itu saja bisa dikembangkan lahan pertanian.Kita yakin dibawah kepemimpinan beliau (Ikhyar,red) yang notabene tamatan IPB bisa.

Jadi kami tantang untuk di Selambo yang merupakan area kantor bapak banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

DPRD Menan ini seakan  “ menantang ”Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ikhsar Risyad Marbun untuk dapat menghidupkan lahan tidak produktif menjadi lahan produktif yang dapat membantu masyarakat.

Ini mengemuka dalam rapat dengar pendapat pihak Komisi D DPRD Medan bersama Dinas Pertanian dan Perikanan Medan yang dipimpin, Salman Alfarisi-Sekretaris Komisi D turut dihadiri Parlaungan Simangusong, Ketua Komisi D ,serta Paul Mei Anton Simanjuntak,dan Daniel Pinem,anggota Komisi D,Selasa (28/11) diruangan Komisi D DPRD Medan.

Menjawab akan hal ini, Ikhyar Marbun tak membantah akan hal itu karena peluang pertanian cukup besar bisa dikembangkan disetiap kecamatan. “ Untuk saat ini saja kita merupakan penghasil bibit bawang terbaik di Sumut yang dipusatkan di Marelan.Dan saat ini kita kewalahan memenuhi permintaan bibit sedangkan sayur-sayuran ada di Kecamatan Medan Tuntungan dan juga Marelan yang sudah berkembang, serta membantu masyarakat karena beberapa mall sudah mengambil langsung dari petani terutama di Marelan,” paparnya. Ia mengatakan fokusnya dinas dipimpinya tersebut ke bidang pertanian tidak terlepas hak untuk laut telah diambil pihak Pemprovsu.”

Jadi ikon kita hanya bidang pertanian untuk hak laut tidak lagi wewenang Medan, Dan untuk lahan di Selambo dari 5 hektar lahan kita miliki telah terpakai 1 hektar untuk dipakai sebagai lahan produktif dan akan dijadikan agro wisata pertanian,” ucap Ikhyar yang juga menerangkan kawasan diperkantornya juga telah dihidupkan karena merupakan kawasan rawan kejahatan hingga telah mengusulkan ke Pemkab Deli Serdang untuk dilakukan pembenahan jalan di SMA Negeri 21 yang pernah mencuat.

Imbasnya hal ini mendapat apresiasi dari Daniel Pinem,anggota Komisi D DPRD Medan yang juga mengkritik Dinas Kebersihan dan Pertamanan Medan,M.Husni juga hadir saat itu. “ Di Medan banyak anggaran,tapi gelap,tapi di Selambo terang tanpa ada anggaran,” ucapnya.

Masih ditempat yang Salman Alfarisi-Sekretaris Komisi D DPRD Medan saat itu mempertanyakan anggaran yang dikelola Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan. Dimana,menurut Ikhyar untuk anggaran tahun 2017 anggaran yang dimilikinya sebesar Rp 15,8 Miliar yang hingga kini telah terelisasi sebesar 83 persen. (Leo)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*